Berkunjung: Pameran Buku Internasional Cairo Ke 51.

Ditengah-tengah musim dingin yang masih kuat saat ini, Pameran Buku Internasional ke 51 dilaksanakan. Tempat masih berada di lokasi ma’rad di bilangan Tajammu 5 Nasr City. Tema yang di usung untuk pameran kali ini: Afrika Mesir, Kemajemukan Budaya. Negara peserta Kehormatan : Republik Sinegal, dan Icon Tokoh : Pemikir Besar Jamal Hamdan. 

SIC seperti tahun sebelumnya mengadakan kunjung pameran. Acara ini adalah bagian dari agenda kegiatan sekolah. Semua anak-anak jenjang SD-SMA di ajak berkunjung ke pameran. Dan dikawal oleh guru-guru dalam formasi beregu.  

Kunjungan ini tak lain untuk membidik anak-anak bisa lebih mengenal dan lebih dekat dengan buku dan menumbuhkan cinta buku. Buku adalah sumber yang paling hijau dan kaya protein otak, untuk anak-anak di usia awal remaja. Membuka cakrawala dan wawasan pengetahuan melalui Buku. Dengan membaca buku ilmu dan pengetahuan akan terus tumbuh berkembang. Guru tentunya tidak akan pernah absen dalam hal ini. Walaupun jejaring era ini begitu dahsyat menjadi pengantar ilmu dan pengetahuan. Namun guru dan buku tetap harus eksis dan tidak bisa dinafikan, bagaimanapun itu. Terlepas buku itu mengalami pergeseran moda, sebelumnya dengan hardcopy, kini berevolusi ke softcopy. 

Pameran buku yang menempati empat aula bangunan besar, memanjakan mata para pencinta dan kutu buku. (Src gbr)

Pameran buku yang menempati empat aula bangunan besar, memanjakan mata para pencinta dan kutu buku. Sejak dari pintu gerbang suasana “buku” dengan pamflet dan iklan-iklan yang ditempel dan dibagikan para penjaja buku sudah bertebaran disana-sini dan muncul dipapan board reklame. Ukuran aula secara keseluruhan berbanding ketika awal dicanangkan dengan sekarang, berbanding jauh. Pameran pertama diikuti 5 negara dan 100 penerbit dan percetakan dan menempati lahan seluas 2000 meter persegi, namun kini di pameran ke 51 dan sejak dua tahun menempati lahan areal seluas 700 ribu meter persegi dengan peserta pemamer 34 negara dan 670 penerbit dan percetakan. Dan berlokasi di bilangan kota baru Mesir daerah Tajammu 5 Kota Naser Cairo. Dan yang sekarang adalah lokasi ketiga, awalnya di bilangan Al Jazirah Zamalek, kemudian pada tahun 1984 pada pameran yang ke 16 pindah ke gedung dan areal pameran Nasr city, Salah Salim. Yang akhirnya sejak 2019 pindah ke kota baru mesir Tajammu 5.  

Kunjungan ini tak lain untuk membidik anak-anak bisa lebih mengenal dan lebih dekat dengan buku dan menumbuhkan cinta buku

Pengunjung riuh rendah sejak dibuka dari jam 10 pagi hingga jam 8 sore. Adapun pengunjungnya dari anak bayi hingga orang lanjut usia. Mereka berjubel bertandang dan berkeliling dari stand ke stand. Suasana itu menunjukkan betapa antusiasnya para pengunjung dan penikmat buku. Yang baru keluar dari satu stan dengan tentangan plastik berisi buku. Ada yang menenteng satu dua bahkan tiga tentengan. Bahkan ada dari pengunjung itu, kelihatannya pelajar malaysia, rusia dan mesir sendiri, malah membawa tas koper tentunya itu untuk membantu membawa buku-buku yang diborong. 

Pameran buku ini menyuguhkan berbagai jenis buku. Buku anak-anak hingga dewasa dapat ditemukan di pameran. Dan tidak hanya itu buku-buku selain terbitan berbahasa arab, juga buku-buku asing lainya pun ada. Bahkan terdapat hall khusus yang stan-stannya adalah buku-buku bahasa asing. Dan ada juga stan-stan khusus untuk negara negara dari luar mesir, dari negara arab dan eropa serta amerika. 

Bagi mahasiswa yang berdomisili di kairo, dan sedang belajar di kampus kampus di kairo. Akan mengunjungi satu stan yang dimilik Al Azhar. Disini buku buku karangan ulama-ulama azhar yang lama hingga yang kontomporer bisa ditemukan. Dan banyak diminati oleh para pengunjung. 

Bisa dikata pengunjung lebih ramai disore hari hingga waktu tutup jam 8 malam. Selain untuk datang melihat dan membeli buku, ajang ini juga menjadi ajang tamsya.