Kegiatan Tengah Semester, Kampung Mesir

Gate to Rify Village

Kegiatan tengah semester(KTS)

waktu : 3 November 2019, Sabtu, Kairo

Lokasi : Kampung Mini Indonesia(Qarya Er-rriyfil ‘Arabi)

Peserta : Kelas 7, 8, 9, 10 dan 11

Pendamping : Kepsek dan GTK(Panitia)

Pemberangkatan dari Sekolah SIC, dengan dua rombongan bis mini dan bis coaster. Berangkat pukul 8.30 WAC. Mulai dengan acara pemberangkatan, wejangan dari Bapak Kepsek. Sebelum pemberangkatan sesi foto didepan Gedung SIC. perjalan ditempuh sekitar 30 menit ke Lokasi.

Setiba di lokasi, sambil menunggu pembagian tiket masuk, peserta KTS sempatkan diri mendekati tungku pembuatan roti kampung. Seorang Ibu Mesir sedang membakar roti. Nampak dia mengaduk adonan yang sudah siap untuk dicetak ukuran roti. Selanjutnya ia masukan kedalam Pourn(oven) pembakaran. Pada saat itu satu dua dari peserta mengajukan pertanyaan ini dan itu. Mereka menanyakan nama roti itu, dan bagaimana proses pembuatanya. Namun sayang rupanya yang sedang di pantau peserta adalah hanya proses pembakaran saja. Inginya mereka bisa melihat proses pembuatan dari awal hingga pembakaran itu. Namun demikian, kita masih bisa menyaksikan proses akhir, yaitu pembakaran dan tentunya hasil bakaran roti yang sudah matang.

Tiket sudah ditangan, peserta diarahkan masuk ke gerbang Kampung Mesir. Pemandu mengarahkan Peserta KTS ke Meja deretan meja khusus dalam satu sekat area tersendiri, terpisah dari pengunjung warga mesir lokal.

Kampung Mesir, dibidik sebagai lokasi KTS kali ini, dalam rangka untuk memberikan Pembelajaran Nuansa Gembira suasana perkampungan Mesir. Pembelajaran akan Ternak merpati, Kuda, kambing ala Mesir. Ditambah dengan kesempatan menunggang kuda serta berenang gembira di kolam renang Kampung Mesir.

Peserta KTS siswa didampingi satu orang guru, dan para pendamping lainnya bersama-sama mengeksplorasi lingkungan Kampung mesir. Oh yah..sebelum eksplorasi ini, rupanya roti yang dibakar di depan pintu gerbang adalah bagian dari hidangan sarapan pagi yang peserta nikmati sebelum acara ekspolrasi pembelajaran. yammi…sedikit tentang sarapan Kampung Mesir, nyaris bak di kampung mesir beneran. Dimana kita disuguhi dengan roti yang dibakar tersebut, Fatirah itulah namanya, adalah roti berbentuk bundar pipih tebal, dengan texture daging roti yang kenyal krispi, kenyal ditengah krispi dikulit. disana tidak ketinggalan isy baladi(roti kampung) mesir. dan tentunya cocolan tidak ketinggalan. antara pilihan keju putih(jubna baladiy abyad) dan orange, madu hitam dan reguler. Tepat sekali untuk  mengganjal perut di pagi hari yang cerah dan udara perkampungan segar, dimana sekeliling lokasi adalah hamparan persawahan yang hijau dengan tanamannya, seperti jagung, persil dan deretan pohon-pohon kurma. itulah suasana dan udara alami perdesaan.

Eksplorasi dimulai, dari kandang merpati. Kandang merpati dengan bentuk khas rumah tanah liat yang dibentuk bak potong telur yang tertelungkup. Setinggi 4- 5 meter. disisi nya ada lubang khusus keluar masuknya merpati. Ketua pelaksana KTS memberikan ceramah dan ilmu bagaimana siklus kehidupan Burung merpati. Peseta didik berfoto baik swa diri maupun rombongan dan tentunya mengambil foto khusus pendukung data info sekitar permerpatian.

Beranjak dari burung merpati, KTS-wan menuju ke kandang sapi, lembu kambing dan kuda. Disini peserta diajak mengeksplorasi pertama kandang sapi, kambing dan kuda. Siswa menyimak panduan pengasuh hewan-hewan ternak tersebut, sambil diselahi dengan pertanyaan-pertanyaan menyangkut banyak hal berkaitan dengan hewan-hewan ternak. Antara Bahasa Arab dan terkadang bahasa inggris, dalam menanyakan hal-hal yang dianggap penting dan korelasi dengan tugas ke KTSan. Ada yang mencatat, ada pula yang bertanya, dan sebagian lainnya mendengar dan menyimak. Terkadang ada pula yang berseloroh. Tetap saling menunjukkan keberandilan dalam eksplorasi.

Naik kuda adalah kegiatan usai kunjung kandang, setiap peserta diberi kesempatan satu kali keliling lapangan menunggang kuda. at least bisa merasai ‘gimana menunggang kuda. Ada juga yang mencoba naik unta, bapak kepala sekolah sendiri mencoba tantangan menunggang unta.

Waktu dzuhur tiba, semua menuju ke mushola perkampungan. salat jamaah. Nah.. usai salat sambil menunggu makan siang setelah satu jam kedepan..waktunya untuk menceburkan diri ke kolam renang. Air kolam sedikit terasa dingin, namun cahaya matahari cukup terik menetralkan rasa gentar karena dingin untuk tak segan melompat kedalam kolam. voila another fun time.

Segar dan sedikit gemetar akibat dingin air kolam, pas sekali dengan makan siang yang datang dihidangkan. Lapar dan kebutuhan akan penghangat terobati dengan maka siang hangat. Roti kampung, nasi ala mesir, Kofta, ayam bakar dan irisan kibda(ampela) sapi maknyus usai renang ini. Ah rupanya ada Ibu Guru yang bawa cabai rawit..pedas di lidah menambah selera mengunyah dan cicip rasa dari hidangan makan siang ala kampung mesir.

Masih ada waktu setelah makan siang dua jam sebelum acara selesai. Rupanya acara renang belum cukup, usai makan siang dan istirahat sejenak. Kembali byur, canda dan tawa gembira kembali berderai dan acara berenang berlanjut hingga waktu asar. Salat asar dan siap-siap pulang. it was fun..