Menghafal Quran Mulia

(Kegiatan Terjadwal)

Umur siswa-siswa pendidikan dasar adalah waktu yang sangat tepat untuk mengisinya dengan penguasaan hal-hal dasar yang kuat. Fase ini anak siswa bagaikan kertas yang masih bersih putih untuk dicetak, ditulis diatasnya berbagai macam sketsa. Sketsa itu akan terpatri dalam benak dan mengakar dalam sanubari. Pada perkembangan berikutnya akan membuka simpul-simpul ilmu pengetahuan, informasi kelanjutan.

Al quran gizi premium tak berbatas, untuk otak dan bangunannya. Hati akan terbasahi dari awal dengan siraman air karbon asupan utama otak(secara fisik) dan akal(secara rohani).

SIC tidak tinggal diam, giat dan progres siraman anak-anak siswanya, bergeliat berkelanjutan. Tahfidz, menjadi salah satu media meta bagi mereka. Dibawa bimbingan para guru-guru hafidz(mahasiswa Univ. Al Azhar), mereka dibawa kedalam suasana penghafalan, pengenalan dasar al Quran, makhraj, tajwid dan Murattal dipadukan dalam bimbingan. Metode tutorial, dalam satu cincin belajar(halaqah), lebih dekat antara guru dan murid, mempertegas kekuatan bimbingan tahfidz. Mereka santai akan tetapi fokus pada materi tahfidz tidak bisa terlewatkan. Selingan suara membenarkan pembimbing, tertahannya suara murid menelaah arahan pembimbing nampak dari cincin cincin belajar disudut sudut mesjid SIC.

Jadwal mingguan tahfidz berlanjut. Capaian akhir membidik siswa menghafal surah-surah pilihan. Namun demikian, manhaj(metode) terapan selama tahfidz di cincin-cincin ilmu Mesjid SIC adalah bekal dalam membawa diri untuk menghafal al quran pada surah-surah lebih panjang.