13 September 2021

Sekolah Indonesia Cairo

Berbudi, berkreasi & berprestasi

Beranjangsana ke Kampung Firaun (Pharaonic Village)

6 min read

Di Kairo terdapat sebuah perkampungan yang unik dan masih tradisional. Tepatnya di tengah Sungai Nil nan tenang. Di tengah sungai tersebut terdapat sebuah pulau kecil yang di dalamnya terdapat sebuah perkampungan kuno yaitu Kampung Mesir. KTS kita kali ini berkunjung ke kampung tersebut, KTS ( Kegiatan Tengah Semester ) adalah salah satu kegiatan yang bergengsi dan selalu dinanti para murid Sekolah Indonesia Cairo, dan kegiatan ini sudah menjadi tradisi yang dilakukan di tengah semester ganjil. KTS tahun ini diikuti oleh murid SMP dan SMA mengingat kondisi masih di tengah pandemic covid 19, tentu saja dalam pelaksanaannya sangat memerhatikan protokol kesehatan.
Pukul 09.00 seluruh siswa dan siswi berkumpul di Sekolah Indonesia Cairo dengan memakai seragam olah raga dan menuju lapangan untuk apel pagi, dalam apel tersebut diisi pengarahan oleh Kepala Sekolah Indonesia Cairo yaitu Bapak Ismail Nur tentang peraturan yang harus di patuhi selama kegiatan berlangsung, diantaranya; harus selalu memakai masker selama kegiatan berlangsung, tetap menjaga jaga jarak, membawa hand sanitizer, membawa peralatan sholat. Setelah pengarahan Kepala Sekolah, ketua panitia KTS yaitu Bapak Misbahul Munir mendata seluruh siswa yang hadir dan apel pagi diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Mahfudz Jamaluddin. Seluruh siswa terlihat sangat antusias dengan adanya kegiatan tersebut. Sebelum rombongan meninggalkan lapangan tidak lupa untuk foto bersama.
Jumlah peserta KTS seluruhnya ada 58 orang yang terdiri dari siswa SMP dan SMA, guru dan staf karyawan. Rombongan berangkat dari SIC pukul 10.00 menggunakan tiga coster. Jarak antara SIC ke lokasi ditempuh lebih kurang lima belas menit. Sesampainya di lokasi, seluruh peserta berbaris sesuai dengan kelompok masing-masing. Setiap kelompok beranggotakan 4 sampai dengan 5 anak.
Dalam KTS ini setiap kelompok wajib membuat video vlog saat kegiatan berlangsung dan hasilnya sebagai laporan kegiatan. Hasil vlog yg menarik akan diambil sebagai juara.
Keunikan perkampungan ini, karena letaknya berada di tengah-tengah Sungai Nil serta terisolasi dari kehidupan masyarakat Mesir secara umum. Kita datang ke lokasi dan terlihat tiga kapal yang siap mengantarkan kita keliling Kampung Fir’aun. Sambil perahu berlayar, rekaman suara dari speaker memperkenalkan dengan singkat para Tuhan orang-orang Mesir kuno mulai dari Tuhan Osiris, Isis, Amun, Sobek, Hathor dan beberapa yang lain. Ramsis II sebagai fir’aun yang sangat terkenal juga disebutkan dan patungnya berdiri kokoh di tepian Sungai Nil.
Warga yang tinggal di perkampungan tersebut, secara keseluruhan menerapkan semua tradisi kehidupan yang dilakukan oleh masyarakat Mesir kuno, pada masa kejayaan Firaun. Kita bisa menyaksikan langsung bagaimana kehidupan sosial di tengah masyarakat Firaun. Baik hubungan intrapersonal keluarga, tetangga dan warga sekitar. Di samping itu, kita juga dapat menyaksikan bagaimana mereka melakukan aktivitas yang ada kaitannya dengan aspek ekonomi dan perdagangan. Di sana kita dapat melihat masyarakat melakukan transaksi jual beli dengan menggunakan alat tukar resmi yang sah pada saat itu. Begitu juga aktifitas seorang seniman lukis, ahli bangunan, ahli mummi, ahli keramik, ahli kimia, pembuatan kertas, pembuatan anggur dan lain sebagainya yang dilakukan secara detail dan sangat natural. Di kampung Firaun, kita dapat menyaksikan bagaimana kehidupan sebuah keluarga kecil baik yang kaya dan miskin dalam masyarakat tersebut. Khususnya yang berprofesi sebagai petani dalam mengelola ladang dan ternaknya. Begitu juga dalam melindungi keluarganya menghadapi ancaman alam sekitar. Atau kehidupan serdadu Firaun dalam mengamankan istana dan anggota keluarga Firaun. Pokoknya, semua kehidupan yang terjadi ribuan tahun lalu dapat kita lihat dengan jelas di kampung tersebut. Termasuk bagaimana mereka membuat berhala, serta ritual menyembah dewa-dewa Mesir kuno.
Sebagai pengunjung kita tidak perlu repot jalan kaki untuk mengitari perkampungan tersebut, kita cukup duduk di kursi empuk diatas kapal yang siap mengantarkan kita keliling Kampung Firaun. Sambil menikmati operet mini Kampung Firaun yang disuguhkan. Kita juga dapat mendengarkan rekaman suara yang menceritakan tentang rentetan kisah pada jaman dulu, membuat kita terbuai bak masuk ke mesin waktu pada Jaman Firaun. Salah satu hal yang menarik saat melintasi Istana Firaun terlihat operet mini proses penyelamatan bayi Nabi Musa yang ditemukan oleh istri Firaun di Sungai Nil. Kita terhanyut dalam operet karena para pemerannya memakai kostum ala masyarakat Mesir kuno.

Beranjangsana ke Kampung Firaun (Pharaonic Village)

Setelah keliling mengitari kampung firaun perjalanan kapal kita berakhir ke sebuah miniatur istana yang berada di Luxor, saat kita memasuki wilayah tersebut terasa kita sedang berada di Luxor. Jadi kalau belum sempat ke Luxor tidak usah khawatir karena di Kampung Firaun ini juga menyajikan miniatur Luxor.
Perjalanan berlanjut ke beberapa miniatur museum yang ada di situ, baik Museum Perjuangan  Presiden Anwar Sadat, Museum Mumifikasi, Museum Kehidupan sehari-hari pada jaman Mesir kuno, Hingga Museum Islam yang ada di Mesir.

Setelah hampir seharian kita keliling museum, sebelum keluar area kampung Firaun banyak kita temui tulisan kata-kata motivasi yang ditulis oleh para motivator dunia yang tertempel di setiap tiang penyangga koridor menuju pintu keluar.
Petualangan kita tidak hanya sampai di situ saja kita masih melanjutkan naik kapal yang berlantai satu untuk keliling Sungai Nil lebih kurang empat puluh lima menit menikmati sensasi angin dan suasana Nil pada siang hari menuju senja Minggu yang ceria hari itu.
Kawasan Kampung Fir’aun, memang khusus dikemas secara unik dan spesial sehingga menimbulkan daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya. Sebagai anak Indonesia yang berada di Mesir tidak ada salahnya jika kita menengok sejenak budaya kearifan lokal belahan bumi yang kita tempati dan bisa kita pelajari. Kemudian kegiatan hari ini tentunya akan selalu terkenang di hati kita para siswa dan siswi Sekolah Indonesia Cairo. Kita sangat senang karena bertambah lagi wawasan akan belahan bumi lain selain Indonesia.
Kita pulang ke rumah masing-masing membawa segudang cerita tentang hari ini.

Ke Halaman 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial