22 April 2026

Sekolah Indonesia Cairo

Berbudi, berkreasi & berprestasi

Disiplin dan Konsistensi

2 min read

Pagi ini adalah pagi yang sangat istimewa. Bagaimana tidak? Mentari bersinar hangat menyambut kedatangan siswa-siswi di Sekolah Indonesia Kairo. Bahkan sebelum jam pembelajaran dimulai, anak-anak sudah mengawali hari spesial mereka dengan dua rakaat Dhuha.

Syahdunya bacaan Pak Imam benar-benar terngiang di lubuk hati para siswa-siswi. Doa
“Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’idan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin”
dibaca per penggal. Sayup-sayup sahutan para murid mengikuti pemimpin doa.

Sang Imam pun berdiri seraya memberi instruksi:
“Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Setelah ini, untuk semuanya, berdiri rapi berjajar. Kita akan melaksanakan Upacara Bendera rutin hari Ahad.”

Para siswa beranjak dari musala dan berdiri rapi di lapangan. Siluet panorama warna-warni merah putih dan merah biru terbentuk. Tak cukup di situ, ada satu warna lagi yang jarang didapat, sukar dicari, dan mahal harganya: hitam. Seluruh siswa-siswi serempak mengenakan jas hitam.

Di seberang mereka, tak kalah menarik, para guru dan kakak-kakak KKN juga serempak mengenakan full dress hitam, kemeja putih, dasi, dan kerudung merah.

Pemimpin upacara beserta petugas lainnya berdiri tegap bertugas. Simfoni Indonesia Raya menggema syahdu seantero kompleks sekolah. Begitu juga pembacaan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Janji Pelajar, serta senandung Mars kebanggaan Sekolah Indonesia Kairo:
“Sekolah Indonesia Kairo sebagai duta bangsa. Sekolah Indonesia Kairo sebagai duta bangsa.”
Begitulah anak-anak dan para guru bersahut-sahutan dengan syahdu.

Bagas Arya Pangestu, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab semester tujuh, menyampaikan kata sambutan Ketua Giat Kuliah Kerja Nyata. Ananda menyampaikan:
“Yarfa’illāhul-ladzīna āmanū minkum wal-ladzīna ūtul-‘ilma darajāt” — QS. Al-Mujadilah ayat 11, yang menerangkan betapa besarnya keutamaan penuntut ilmu di mata Allah.

Sambutan penuh semangat itu disambut oleh Bapak Kepala Sekolah yang diwakilkan oleh Bapak Ridony Taufik selaku Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan. Beliau mengapresiasi ketaatan dan kecakapan para murid dalam kehadiran ke sekolah dan berpakaian. Beliau juga mengingatkan pentingnya iman, akal, dan akhlak yang harus dimiliki tiap murid, bahkan para guru. Sambutan ditutup dengan kata motivasi yang sangat fenomenal: “Where there is a will, there is a way.”

Sesi dilanjutkan dengan perkenalan kakak-kakak peserta Giat Kuliah Kerja Nyata Tematik 38 Universitas Darussalam Gontor, lalu foto bersama dan penutup.


Oleh: Bintang Pahlevi, Studi Agama-Agama, Semester 7 UNIDA
(Ahad, 19 April 2026)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.