9 May 2026

Sekolah Indonesia Cairo

Berbudi, berkreasi & berprestasi

Literasi di Negeri Seribu Menara Menanamkan Cinta Buku ala Murid Sekolah Indonesia Cairo

2 min read

Di tengah hiruk-pikuk kota cairo yang sangat bersejarah dan peradaban berdiri sebuah lembaga pendidikan yang menjadi rumah bagi generasi muda indonesia di tanah rantau, sekolah indonesia cairo (SIC). Dan disinilah semangat literasi muda tumbuh dan berkembang, membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya akan wawasan dan budaya membaca. Julukan “ negeri seribu menara” sering disematkan pada Mesir, khususnya Kairo, yang dikenal dengan banyaknya masjid berarsitektur megah. Namun, di yang telah mengakar sejak berabad-abad lalu. Lingkungan ini memberikan pengaruh positif bagi siswa SIC dalam menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, salah satunya melalui budaya literasi.

Literasi di Sekolah Indonesia Cairo bukan sekadar kegiatan membaca dan menulis, melainkan sebuah gerakan yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari siswa. Program seperti pojok baca di setiap kelas, kegiatan membaca 15 menit sebelum pelajaran balik keindahan tersebut, terdapat semangat keilmuan dimulai, serta diskusi buku secara rutin menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan kebiasaan membaca sejak dini. Selain itu, perpustakaan sekolah berperan sebagai pusat literasi yang menyediakan berbagai koleksi buku, mulai dari karya sastra Indonesia, buku pelajaran, hingga literatur internasional. Siswa didorong untuk tidak hanya membaca, tetapi juga menulis. Karya-karya mereka, seperti cerpen, puisi, dan artikel, sering dipublikasikan dalam buletin sekolah maupun media digital. Peran guru dan orang tua juga sangat penting dalam membangun budaya literasi ini.

Guru menjadi teladan dengan aktif membaca dan merekomendasikan buku, sementara orang tua memberikan dukungan dengan menciptakan lingkungan yang kondusif di rumah. Kolaborasi ini menjadikan literasi sebagai bagian dari gaya hidup siswa, bukan sekadar kewajiban akademik. Menariknya, kehidupan sebagai pelajar di luar negeri justru memperkaya pengalaman literasi siswa SIC. Mereka tidak hanya mengenal budaya Indonesia melalui buku, tetapi juga berinteraksi langsung dengan budaya Mesir dan dunia internasional. Hal ini memperluas perspektif mereka dan mendorong lahirnya pemikiran yang kritis dan terbuka. Dengan semangat literasi yang terus dipupuk, siswa Sekolah Indonesia Cairo menunjukkan bahwa cinta buku dapat tumbuh di mana saja, bahkan jauh dari tanah air.

Di Negeri Seribu Menara, mereka tidak hanya menimba ilmu, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap membaca yang akan menjadi bekal berharga untuk masa depan. Literasi bukan sekadar kemampuan, melainkan jendela dunia. Dan di tangan para siswa SIC, jendela itu terbuka lebar menuju masa depan yang penuh harapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *